Minggu, 24 Agustus 2008

Ini Bukan (Sekedar) Film Superhero!



Kalau ada yang mengatakan bahwa The Dark Knight hebat karena penampilan mendiang Heath Ledger sebagai The Joker yang memang luar biasa, bisa dibilang bahwa ia sebenarnya malah merendahkan film ini. The Dark Knight adalah film yang hebat, titik.


Mari kita mulai dengan editing dan tata suaranya yang gagah. Dengan durasi lebih dari dua setengah jam, film ini tidak pernah gagal membuat saya terpaku di kursi dan menikmati setiap menitnya. Naskah adalah hal lain yang patut diberi kredit tersendiri. Seolah belum cukup memukau kita dengan proses memanusiakan costumed superhero yang lumayan sukses dalam Batman Begins, di The Dark Knight Nolan bersaudara kembali menghentak dengan menambahkan substansi yang dalam, berat, penuh kejutan, dan jauh lebih kelam. The Dark Knight bukan hanya sekedar film superhero, namun juga film drama, action, serta gangster yang sama kuatnya. Film ini mungkin adalah film gangster terbaik yang pernah saya tonton sejak The Departed dua tahun lalu.


Apa lagi? Yah, tentu saja ada Ledger yang selalu memberikan penampilan maksimal dalam beberapa film terakhirnya. Walaupun Nolan mengakui bahwa ia menunjuk komik The Killing Joke sebagai referensi terbesar The Joker dalam film ini, namun Ledger dengan sukses menciptakan The Joker-nya sendiri. Penampilan paling berkesan yang dipersembahkan mendiang dalam film pamungkasnya ini adalah cara terbaik untuk mengucapkan selamat tinggal pada dunia.


Tapi sekali lagi, The Dark Knight bukan hanya Ledger seorang. Secara keseluruhan film ini memiliki barisan cast yang sangat kuat. Christian Bale, Michael Caine, dan Morgan Freeman memberikan penampilan yang memenuhi ekspektasi, sementara Maggie Gylenhaal dan Aaron Eckhart memberi tambahan kejutan yang menyenangkan. Khususnya untuk Gylenhaal yang memberi nyawa lebih pada satu-satunya karakter dalam serial Batman yang hanya muncul dalam film, Rachel Dawes, ketimbang yang dilakukan oleh Katie Holmes pada film pertama.


Kalaupun ada kekurangan dari The Dark Knight, maka mungkin itu adalah sekaligus kekuatannya, yakni usaha untuk menggambarkan dunia komik secara lebih manusiawi. Bagi banyak penonton yang datang ke bioskop dengan mengharapkan kesenangan yang sama dengan film Spider - Man 2 atau Iron Man baru-baru ini, maka saya yakin bahkan kehadiran Bat-Pod yang super keren itu sekalipun tidak akan mampu memenuhi ekspektasi mereka. Namun performa The Dark Knight yang sungguh merajalela di tangga box office – setidaknya di daerah Amerika Utara – menghadirkan optimisme tersendiri bahwa penonton kita semakin siap untuk menerima film-film semacam ini di masa depan.


Untuk dampak yang diberikannya terhadap film-film adaptasi buku komik, penampilan terakhir dari seorang aktor jenius, serta sekedar untuk kualitasnya yang sungguh sangat di atas rata-rata; saya berani mengatakan bahwa The Dark Knight adalah film yang paling penting di tahun ini. Sayang, saya hanya sempat menontonnya dua kali di bioskop.


Lima bintang dari lima!

Tidak ada komentar: