Musim panas tahun ini saya dua kali berturut-turut keluar dari gedung bioskop dengan perasaan senang. Saya pasti sedang beruntung.
Bagi orang-orang yang mulai cemas dengan pendekatan
Film ini diawali dengan sangat baik, kalau tidak bisa dibilang sempurna. Setting bumi yang telah ditinggalkan maupun karakter dua robot, Wall-E dan EVE, serta tambahan seekor lipas yang semuanya sangat manusiawi digambarkan dengan sukses oleh simplifikasi ala Pixar. Cerita lama: ketika Dreamworks berharap bisa mendekat melalui cara mereka yang bombastis, Pixar sekali lagi menunjukkan mengapa orang-orang dapat berharap lebih banyak kepada mereka. Jika Kungfu Panda memperlihatkan bagaimana sebuah produk dikemas dengan baik, maka Wall-E adalah karya seni yang sebenarnya.
Sayang, beban pesan moral yang begitu berat membuat paruh kedua film ini terasa agak kedodoran. Untuk memprotes cacat cela umat manusia dalam memperlakukan alam, menurut saya Pixar melakukan terlalu jauh dan sederhana dengan menggambarkan orang-orang yang sangat obese serta sudah sedemikian asing dengan benda bulat bernama bumi dan kebudayaan di dalamnya. Ayolah, orang-orang tidak akan sebodoh itu! Paling tidak bukan orang-orang yang hidup di lapisan terluar galaksi serta mampu mengendalikan pesawat luar angkasa super modern dan robot-robot cerdas. Sekali ini, simplifikasi ala Pixar tidak berhasil untuk saya. Ini tidak seperti gaya mereka yang biasa memendam pesan moral dalam-dalam agar tidak terkesan terlalu menggurui.
Bagaimanapun, pesan moral juga adalah pembelaan terbaik yang bisa diberikan oleh film ini. Harus diakui ketimbang film-film Pixar lainnya, Wall-E memiliki pesan moral yang jauh lebih dalam dan relevan dengan keadaan sekarang. Dan berbicara tentang film yang memiliki pesan moral, maka Pixar adalah studio yang paling bertanggungjawab terhadap karya-karya yang mereka hasilkan.
Wall-E adalah favorit saya untuk Oscar kategori film animasi terbaik tahun ini. Namun Pixar harus berhati-hati, karena dari belahan dunia yang lain seseorang bernama Hayao Miyazaki juga mengeluarkan film animasi dengan kualitas yang – saya yakin – tidak kalah bagus.
Untuk si robot kesepian yang akhirnya menemukan (banyak) teman hidup, saya memberikan empat setengah bintang dari lima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar